Hadis Keutamaan Ahlul Bait Rasulullah Saaw

SHAHIH MANAQIB AHLUL BAIT

AhlulBayt ahlulbaitHadis Keutamaan Ahlul Bait, Ahlulbayt Rasulullah as

Keutamaan Ahlul Bait Rasul as

“Hanash Kanani meriwayatkan “aku melihat Abu Dzar memegang pintu ka’bah (baitullah)dan berkata”wahai manusia jika engkau mengenalku aku adalah yang engkau kenal,jika tidak maka aku adalah Abu Dzar.Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Ahlul BaitKu seperti perahu Nabi Nuh,barangsiapa menaikinya mereka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengikutinya maka mereka akan tenggelam”.

Hadis riwayat Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain jilid 2 hal 343 dan Al Hakim menyatakan bahwa  hadis ini shahih.

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda”Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan penghuni bumi dari bahaya tenggelam di tengah lautan.Adapun Ahlul BaitKu adalah petunjuk keselamatan bagi umatKu dari perpecahan. Maka apabila ada kabilah arab yang berlawanan jalan dengan Mereka niscaya akan berpecah belah dan menjadi partai iblis”.

Hadis riwayat Al Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain jilid 3 hal 149, Al Hakim menyatakan bahwa hadis ini shahih sesuai persyaratan Bukhari Muslim.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.

Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761.

Keutamaan Sayyidah Fathimah Az Zahra as

Rasulullah SAW bersabda” Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Mazahim istri Firaun.

Hadis shahih riwayat Ahmad,Thabrani,Hakim,Thahawi dalam Shahih Al Jami’As Saghir no 1135 dan Silsilah Al Hadits Al Shahihah no1508.

Bahwa ada malaikat yang datang menemui Rasulullah SAW dan berkata “sesungguhnya Fathimah adalah penghulu seluruh wanita di dalam surga”.

Hadis riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak dengan sanad yang baik.

Rasululah SAW bersabda kepada Fathimah“Tidakkah Engkau senang jika Engkau menjadi penghulu bagi wanita seluruh alam”

Hadis riwayat Al Bukhari dalam kitab Al Maghazi .

Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Fathimah, tidakkah anda puas menjadi sayyidah dari wanita sedunia (atau) menjadi wanita tertinggi dari semua wanita dari ummat ini atau wanita mukmin”

Hadis dalam Sahih Bukhari jilid VIII, Sahih Muslim jilid VII, Sunan Ibnu Majah jilid I hlm 518 , Musnad Ahmad bin Hanbal jilid VI hlm 282, Mustadrak Al Hakim jilid III hlm156.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Fathimah adalah bahagian dariku, barangsiapa yang membuatnya marah, membuatku marah!”

Hadis riwayat Bukhari dalam Shahih Bukhari Kitab Bad’ul Khalq bab Manaqib Qarabah Rasul.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda”Fathimah adalah sebahagian daripadaku; barangsiapa ragu terhadapnya, berarti ragu terhadapku, dan membohonginya adalah membohongiku”

Hadis riwayat Bukhari dalam Shahih Bukhari kitab nikah bab Dzabb ar-Rajuli.

Keutamaan Imam Ali as

bahwa Rasulullah SAW bersabda “Ali bersama Al Quran dan Al Quran bersama Ali. Keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya menemuiku di telaga Haudh”.

Hadis riwayat Al Hafidz Al Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain juz 3 hal 124. Hadis ini dishahihkan oleh Al Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain yang berkata ”ini hadis yang shahih tetapi keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya”. Dalam Talkhis Mustadrak Adz Dzahabi juga mengakui keshahihan hadis ini.

bahwa Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa taat kepadaKu, berarti ia taat kepada Allah dan siapa yang menentangKu berarti ia menentang Allah dan siapa yang taat kepada Ali berarti ia taat kepadaKu dan siapa yang menentang Ali berarti ia menentangKu.”

Hadis riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak juz 3 hal 121. Al Hakim dalam Al Mustadrak berkata hadis ini shahih sanadnya akan tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Adz Dzahabi juga mengakui kalau hadis ini shahih dalam Talkhis Al Mustadrak.

bahwa Rasulullah SAW bersabda” Kurasa seakan-akan aku segera akan dipanggil (Allah), dan segera pula memenuhi panggilan itu, Maka sesungguhnya aku meninggalkan padamu ats Tsaqalain. yang satu lebih besar (lebih agung) dari yang kedua : Yaitu kitab Allah dan Ittrahku. Jagalah Baik-baik kedua peninggalanku itu, sebab keduanya takkan berpisah sehingga berkumpul kembali denganku di al Haudh. Kemudian beliau berkata lagi: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla adalah maulaku, dan aku adalah maula setiap Mu’min. Lalu beliau mengangkat tangan Ali Bin Abi Thalib sambil bersabda : Barangsiapa yang menganggap aku sebagai maulanya, maka dia ini (Ali bin Abu Thalib) adalah juga maula baginya. Ya Allah, cintailah siapa yang mencintainya, dan musuhilah siapa yang memusuhinya..

Hadis riwayat Al Hakim dalam kitab Mustadrak As Shahihain, Juz III hal 109 . Menurut Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak Hadis ini Shahih berdasarkan persyaratan Bukhari dan Muslim , pernyataan ini dibenarkan Adz Dzahabi dalam Talkhis Al Mustadrak.

Keutamaan Imam Hasan as dan Imam Husain as

Bahwa Rasulullah SAW bersabda”Hasan dan Husain adalah dua pemimpin Ahli Surga

Hadis riwayat Ahmad,Turmudzi dan Thabrani dalam Al Awsath dan Shahih Al Jami’ no 3180.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda”Hasan dan Husain adalah dua pemimpin para pemuda penduduk surga dan Ayah Mereka lebih baik dari Mereka”.

Hadis shahih riwayat Ibnu Majah dan Al Hakim dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilat As Shahihah no 796 dan Shahih Al Jami’ no 3182.

Bahwa Rasulullah SAW berdoa untuk Hasan”Ya Allah Aku sangat mencintai dan menyayangi Hasan maka cintai dan kasihilah Dia, serta cintai dan sayangilah orang yang mencintai dan menyayanginya”.

Hadis dalam Shahih Bukhari bab Manaqib Al Hasan wa Al Husain no 3749 dan Shahih Muslim bab Fadhail Al Hasan wa Al Husain no 2422.

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW berdiri di atas mimbar dan Hasan ada di sampingnya. Beliau SAW menoleh ke arah Hasan dan sesaat kemudian menoleh ke arah kaum muslimin di hadapannya. Lalu Beliau SAW bersabda “AnakKu ini adalah seorang pemimpin. Semoga Allah menyelamatkan dua kelompok dari kaum muslimin dengan berkahnya”.

Hadis dalam Shahih Bukhari bab Manaqib Al Hasan wa Al Husain no 3746.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Husain adalah dariKu dan Aku dari Husain. Allah mencintai orang yang mencintainya. Husain adalah keturunan dari keturunan-keturunan Nabi.

Hadis riwayat Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad, Turmudzi dalam Al Manaqib dan berkata hadis ini hasan. Syaikh Al Albani menyatakan hadis ini hasan dalam Shahih Al Jami’ no 3416.

j algar

About these ads

12 Responses to Hadis Keutamaan Ahlul Bait Rasulullah Saaw

  1. faisal mengatakan:

    salut dengan segala artikelnya …… harap diperkaya lagi….ok trims..semoga barokah…

  2. Anonymous mengatakan:

    Subhanallah… artikel yang sang luar biasa …..

  3. Anonymous mengatakan:

    Allahummasholi”ala muhammad wa ali muhammad wa”ajil farojahum

  4. Anonymous mengatakan:

    kami orang ahlusunnah juga sangat menghormati ahlul bait…..trim

  5. elfan mengatakan:

    APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

    Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait menjadi universal:

    1. Kedua orang tua para nabi/rasul;.

    2. Saudara kandung para nabi/rasul.

    3. Isteri-isteri beliau.

    4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki.

    Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah bukan termasuk kelompok ahlul bait.

    Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    “Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Kesimpulan dari tulisan di atas, bahwa pewaris tahta ‘ahlul bait’ yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya seperti Saidina Hasan dan Husein maupun yang perempuan bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

    • Anonymous mengatakan:

      Sangat setuju, mengarikan kata-kata dalam AQ harus mengacu ke AQ sendiri. Kata-kata AQ haruslah diartikan ketika AQ diturunkan. Banyak kata-kata AQ dimaknai lama setelah AQ menjadi lengkap, sehingga muncul arti-arti lain yang terkadang menjadi liar. Maknailah kata-kata AQ, jika ada makna-makna yang beragam bahkan bertentangan, sesuai dengan makna yang dimengerti oleh orang-orang arab saat AQ diturunkan.

    • Rafa Birrul Walid mengatakan:

      kalau begitu … bagaimana pendapat anda tentang hadist di bawah dan bagai mana keterangan anda tentang diangkatnya imam mahdi sebagai khalifah dari keturunan nabi muhammad ,,, kayaknya kurang ngaji,,, kok alqur,an di maknai sendir kayak gitu ,,,alquran bukan injil mas jadi mengartikannya harus ulama,,, dan tiaa ulama satupun yang pemahamannya mirip anda

      • Anonymous mengatakan:

        Mas Rafa BW, mohon maaf anda telah membuat pernyataan yang tidak ada di AQ, saya buat pernyataan2 dibawah ini dan tolong ditelaah. Imam Mahdi sama sekali tak disebut dalam AQ.
        Pernyataan awal-awal surah di QS 2:2, 3:2-3, 7:2, 10:1, 11:1, 12:1, 13:1, 14:1, 15:1, 18:1, 20:2, 26:1, 27:1, 28:1, 31:2, 32:2, 36:2, 38:1, 40:2, 41:2, 42:3, 43:2, 44:2, 45:2, 46:2, 50:1, menunjukkan pentingnya pengunaan petunjuk AQ. Tidak ada penjelasan lainnya di ayat sesudahnya yang menunjukkan AQ perlu dijelaskan yang lainnya.
        2:2] Kitab (Al Quraan) ini TIDAK ADA KERAGUAN PADANYA; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
        3:3] Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu DENGAN SEBENARNYA; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,
        7:2] Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka JANGANLAH ADA KESEMPITAN DI DALAM DADAMU karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman
        10:1] Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah
        11:1] Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-AYATNYA DISUSUN DENGAN RAPI SERTA DIJELASKAN SECARA TERPERINCI, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
        12:1] Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah)
        13:1] Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quraan). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu ADALAH BENAR: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya)
        14:1] Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji
        15:1] Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Qur’an yang MEMBERI PENJELASAN.
        18:1: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur’an) dan DIA TIDAK MENGADAKAN KEBENGKOKAN di dalamnya
        20:2] Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
        26:2] Inilah ayat-ayat AL QUR’AN YANG MENERANGKAN
        27:1] Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quraan, dan (ayat-ayat) KITAB YANG MENJELASKAN
        28:2] Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah)
        31:2] Inilah ayat-ayat Al Quraan yang mengandung hikmat. 31:3] MENJADI PETUNJUK dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,
        32:2] Turunnya Al-Quraan yang TIDAK ADA KERAGUAN di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam
        36:2] Demi Al Quraan yang penuh hikmah
        38:1] Shaad, demi Al Qur’an yang mempunyai keagungan
        40:2] Diturunkan Kitab ini (Al Qur’an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui
        41:2] Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 41:3] Kitab YANG DIJELASKAN ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui
        43:2] Demi Kitab (Al Qur’an) YANG MENERANGKAN
        44:2] Demi Kitab (Al Qur’an) YANG MENJELASKAN
        45:2] Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
        46:2] Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
        50:1] Qaaf. Demi Al Quran yang sangat mulia

        Pernyataan lainnya AQ yang tidak terletak diawal-awal AQ
        3:138: … penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran …
        6:90: .. ” Al-Quraan itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat
        6:157: … siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? …
        7:52: … sebuah Kitab (Al Qur’an) … menjadi petunjuk dan rahmat …
        7:203: … Al Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
        10:108: … teIah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu …
        12:111: … petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman
        16:64: … Al-Kitab (Al Qur’an) ini, … menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman
        16:89: … Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri
        16:102: Al Qur’an … menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)
        17:9: … Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus …
        22:16: … Al Qur’an yang merupakan ayat-ayat yang nyata …
        27:77: … AI Quraan itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman
        31:3: … menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,
        39:23: … Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang. Itulah petunjuk Allah,
        40:54: untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir
        45:11: Ini (Al Qur’an) adalah petunjuk.
        45:20: Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini
        7:52: menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman
        10:37: … tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam
        12:111: … Al Qur’an … menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman
        29:49: Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim
        38:87: Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam
        45:20: Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
        69:5:] Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

        Jadi masihkah menganggap AQ perlu dijelaskan oleh yang lainnya.

      • Anonymous mengatakan:

        Mas Rafa: tolong anda sebutkan adanya ayat dalam Al Qur’an yang menyatakan: diangkatnya imam mahdi dan yang menyatakan AQ perlu dijelaskan oleh yang lainnya. Mungkin memang benar Mas banyak mengaji, tetapi mohon maaf Mas tidak pernah memahami AQ sebagai mana AQ ingin difahami. Pertanyaan saya: beberapa kalikah Mas mencoba memahami AQ?

  6. Anonymous mengatakan:

    Sesungguhnya Allah hendak menghapuskan noda dan kotoran dari kamu sekalian, ahlulbaiyt, dan mensucikan kamu sekalian dengan sesuci-sucinya.” (al-Quran s.al-Ahzab:33) Nabi s.a.w.bersabda, “Yang terbaik diantara kamu sekalian ialah yang terbaik perlakuaannya terhadap ahlulbaiytku, setelah aku kembali kehazirat Allah.” (Hadis Sahih dari Abu Hurairah r.a. diriwayatkan oleh al-Hakim, Abu Ya’la, Abu Nu’aim dan Addailamiy) Imam Syafi’i r.a. dalam banyak syair beliau telah melahirkan rasa cinta dan kasih sayang beliau kepada Ahlulbaiyt Rasulallah s.a.w.antara syair beliau yang banyak itu, beliau pernah bermadah: “Wahai Ahlulbait Rasulallah ! Kecintaan kepadamu adalah kewajiban dari Allah, yang turun dalam al-Quran.

    Hadis Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Penduduk Yaman datang, mereka lebih lembut hatinya. Iman ada pada orang Yaman. Fekah juga ada pada orang Yaman. Kemudian hikmat juga ada pada orang Yaman

    Hadis Abi Mas’ud Uqbah bin Amru r.a katanya: Nabi s.a.w memberi isyarat dengan tangan ke arah Yaman, seraya bersabda: Ingatlah, sesungguhnya iman ada di sana sedangkan kekerasan dan kekasaran hati ada pada orang-orang yang bersuara keras berhampiran pangkal ekor unta ketika muncul sepasang tanduk syaitan, iaitu pada Bani Rabi’ah dan Bani Mudhar

    Diriwayatkan oleh At-Thabarani, bahawa Jabir RA mendengar `Umar ibnu Khattab RA berkata kepada orang ramai ketika mengahwini Ummu Kalthum binti `Ali bin Abu Thalib : “Tidakkah kalian mengucapkan selamat untukku? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ` Semua sabab (kerabat) dan nasab (salasilah keturunan) akan terputus pada hari kiamat kelak kecuali kerabat dan nasabku’.

    Hadeeth Thaqalain riwayat Zaid bin Al-Arqam RA menyebut : “Kutinggalkan di tengah kalian dua bekal. (Yang pertama): Kitabullah, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya terang. Hendaklah kalian ambil dan berpegang teguh padanya.dan (kedua) :Ahli Baitku. Kalian kuingatkan kepada Allah mengenai Ahli-Baitku! Kalian kuingatkan kepada Allah mengenai Ahli-Baitku!”

    • Anonymous mengatakan:

      KENAPA HADIST (TERMASUK SUNNAHPUN) TAK BISA DIPAKAI UNTUK MENJELASKAN AL QUR’AN

      Sunnah adalah segala sikap, perkataaan, dan perbuatan nabi selagi beliau hidup. Sunnah nabi memegang peranan penting. Peranan sunnah saat nabi hidup melebihi peranan Al Qur’an, yang saat itu belum lengkap. Setiap muslim harus menerima tafsir Al Qur’an oleh nabi. Peran akal orang muslim terhadap Al Qur’an tidak ada. Al Qur’an hanya ditafsir oleh nabi (sunnah) dan harus diikuti. Setelah nabi wafat maka sunnah nabi diriwayatkan dalam hadist. Adanya distorsi waktu dan tempat dan subjektifitas perawi menyebabkan hadist tidak betul-betul menjamin sama seperti sunnah nabi. Jadi hadist tidak betul sama 100% dengan sunnah.
      Hadist nabi mulai disiarkan beberapa puluhan tahun setelah Nabi Muhammad wafat saat friksi antar umat Islam telah terjadi. Hadist mulai ditulis pada abad pertama hijriah tetapi baru secara intensif pada abad ke-2 dan ke-3 hijiriah. Pengumpulan hadist yang dianggap lebih otentik adalah pengumpulan yang dilakukan belakangan (abad ke-2 dan ke-3 hijiriah). Hadist terlambat dikumpulkan karena takut tercampur dengan catatan atau ingatan terhadap ayat-ayat Al Qur’an. Terlambatnya pengumpulan hadist menyebabkan distorsi yang cukup besar dengan sunnah. Salah satu alasan (yang memiliki sanad yang lemah) pelarangan hadist ditulis karena nabi melarangnya. Pada zaman Umar, Umar pernah melarang Abu Hurairah untuk meriwayatkan hadist karena banyaknya hadist yang diriwayatkannya, walaupun pada akhirnya larangan itu ditariknya kembali.
      Beberapa aliran berpendapat bahwa hadist pelarangan penulisan sunnah adalah hadist yang lemah. Pendapat pelarangan penulisan sunnah didukung dengan adanya fakta: tidak adanya usaha umat muslim awal untuk mengumpulkan hadist setelah AL Qur’an menjadi mushaf. Beberapa hadist telah dicatat pada saat-saat awal oleh sebagian kecil orang. Hadist betul-betul dikumpulkan pada abad kedua dan ketiga hijriah. Tengang waktu yang panjang ini menyebabkan periwayatan hadist melalui perawi-perawi hadist menjadi lebih otentik dibandingkan dengan catatan hadist. Orang dapat saja mengatakan bahwa tulisannya adalah dari nabi. Sangat sulit membutikan apakah tulisan-tulisan tersebut memang berasal dari era nabi saat teknologi carbon (untuk mengetahui usia tulisan) belum ada. Sangat sulit membutikan bahwa penulisnya adalah orang yang dapat dipercaya.
      Hadist nabi ditulis berdasarkan ingatan generasi pergenerasi yang disampaikan secara lisan turun temurun. Ada beberapa kelemahan (paling tidak ada 3) dengan cara demikian. Pertama, ingatan longterm (jangka panjang) seseorang tergerus waktu. Tidak ada seorangpun dapat mengingat 100% kejadian, peristiwa, ataupun cerita/ berita yang lampau. Seorang ibu tidak ingat dengan pasti umur perkembangan anaknya dengan tepat, kapan bisa tersenyum, kapan bisa duduk, kapan bisa tegak, kapan bisa berjalan, dan lain-lain. Ingatan ini kian hilang jika anak kian besar. Ingatan shortterm (jangka pendek) jarang mengalami distorsi, tetapi distorsipun dapat tetap terjadi bahkan terhadap Nabi Muhammad sekalipun (QS 2: 106). Periwayatan hadist nabi pada generasi-generasi awal umat muslim memerlukan pengingatan longterm para perawi hadist. Kedua, subjektifitas mempengaruhi ingatan. Subjektifitas mempengaruhi pengungkapan kembali ingatan tersebut. Subjektifitas sangat dipengaruhi oleh situasi, kondisi, sosial, budaya, berpihak kepada siapa, dan suasana perasaan. Subjektifitas ini mempengaruhi pengungkapan kembali kebenaran informasi. Seorang ibu akan mengingat umur perkembangan anaknya lebih cepat dari waktunya jika ingatan itu ditujukan dalam rangka me-recall kecerdasan anak yang dilombakan. Subjektifitas inilah yang mempengaruhi perbedaan dasar hadist sunni dan syiah. Hadist-hadist sunni tidak mengeklusi perawinya, sementara hadist-hadist syiah mengeklusi perawinya. Maka hadist-hadist sunni sangat pasti mengakomodir hadist-hadist yang pro syiah. Ketiga, distorsi (penyimpangan) informasi antara komunikator (pemberi informasi) dengan komunikan (penerima informasi). Makin banyak orang yang terlibat maka distorsi makin besar. Bermain “pesan berantai” menunjukkan bahkan dengan pesan yang baru yang disampaikan melalui empat atau lima perantara, pesan telah tidak sama seperti aslinya bahkan dengan makna yang berlawanan. Keorsinilan (keaslian) hadist nabi (betul-betul sesuai dengan sunnah nabi) paling tidak terganggu oleh ketiga faktor tersebut. Gangguan lainnya, bahkan yang cukup fatal, adalah kegagalan umat Islam memposisikan Nabi (sunnah) terhadap AQ, apakah nabi sebagai aku, engkau, kalian, dia, atau namanya sendiri dalam AQ. Kegagalan ini tidak seharusnya terjadi pada umat Islam sekarang. Kegagalan inipun tidak selayaknya terjadi pada umat Islam awal, apakah nabi sebagai pribadi, pemimpin, kepala negara, hakim tunggal, bendaharawan negara, dan lain-lain multi fungsi lainnya. Salah satu contohnya adalah pampasan perang. Pampasan perang yang untuk Allah dan nabi harus dilihat nabi sebagai kepala negara dan bendaharawan negara, sehingga pampasan perang ini tidak menjadi harta waris bagi keturunannya. Umar salah satu pemimpin yang bisa memilih dan memilah ini, ketika ia “berani” untuk mengambil alih tanah yang telah diberikan nabi kepada salah satu sahabat tetapi sahabat ini menyia-nyiakan tanah tersebut dengan tidak mengolahnya sementara banyak rakyat yang membutuhkan tanah tersebut.
      Kemurnian/kesahihan hadist secara tradisoanal/konvensional paling tidak dipertahankan oleh periwayat yang mempunyai reputasi baik dan urutan-urutan nama yang menanjak sampai pada sahabat atau keluarga nabi. Saya sendiri berpendapat kesahihan suatu hadist harus disaring oleh Al Qur’an. Kebenaran Al Qur’an dapat dilacak sampai kata per kata (bahkan huruf perhuruf), tetapi kebenaran hadist selayaknya berdasarkan makna keseluruhan (kalimat).
      Hadist sangat sulit dikatakan sama persis dengan sunnah, karena hadist tidak pernah dicatat begitu hadist tersebut diucapkan nabi (walaupun beberapa menyatakan ada yang mencatatnya, tetapi dengan sistem penulisan hadist yang demikian sangat sulit tulisan itu asli karena orang dapat mengaku-ngaku itu berasal dari nabi). Perbuatan nabi bergantung pada situasi dan kondisi tertentu, jadi tak mesti sama terhadap masalah yang sama pada situasi dan kondisi berlainan. Karena itu ketika hadist sebagai uraian engkau dalam AQ harus diketahui latar belakang hadist tersebut.
      Perbuatan nabipun sangat sulit digambarkan/ diuraikan dengan jelas seperti kejadian aslinya, karena setiap perawi hadist memiliki sudut pandang tertentu. Hal ini bisa dibuktikan pada sholat. Gerakan dan ucapan sholat merupakan gerakan dan ucapan yang dilakukan dan diucapkan terus-menerus sejak Nabi Muhammad. Gerakan dan ucapan ini dilakukan paling tidak dalam 5 kali atau 17 rekaat dalam sehari semalam. Sholat secara logika, seharusnya terjaga (sangat sedikit bervariasi) sejak zaman nabi, tetapi kenyataannya mengalami beberapa/sedikit variasi, bahkan sangat bervariasi. Beberapa variasi tersebut diantaranya posisi kedua tangan ketika berdiri, posisi jari telunjuk saat tahyat, dan doa iftidah. Beberapa variasi kadang dapat dijelaskan (dengan hadist) bahwa variasi tersebut memang dilakukan oleh nabi. Beberapa variasi menjadi “kebablasan”, misalnya bacaan basmalah pada Al Faatihah. Perdebatan mengenai bacaan basmalah saat melafazkan Al Faatihah apakah tidak diucapkan, diucapkan lebih lemah, atau diucapkan sama keras dengan ayat-ayat lain Al Faatihah memiliki dasar hadist masing-masing. Jika dikembalikan ke Al Qur’an maka bacaan tersebut harus sama keras dengan ayat-ayat Al Faatihah lainnya, karena ayat basmalah merupakan ayat pertama Al Faatihah. Dan harus diingat bahwa surah Al Faatihah merupakan surat yang pertama kali diturunkan secara lengkap, jadi sejak awal kalimat basmalah sudah menempel kuat dengan ayat-ayat lainnya di surah tersebut, jadi tidak mungkin Nabi tidak melafazkannya.
      Kalimat-kalimat yang dapat diipertahankan dari zaman nabi sampai sekarang hanya kalimat-kalimat azan dan syahadat. Keaslian kalimat azan dapat dipertahankan, karena kalimatnya tidak sekompleks kalimat-kalimat sholat, dilafazkan lebih kuat dari bacaan sholat sehingga mudah dikoreksi jika terjadi kesalahan, dan dilafazkan lebih banyak dari bacaan-bacaan sholat (paling tidak diucapkan 3 x 5 kali dalam sehari, yakni 2x saat azan dan 1 kali tiap komat pada 5 kali shalat). Bacaan basmalah surah Al Faatihah dalam kegiatan sholat yang bervariasi dan Lafaz azan yang dapat bertahan, menunjukkan tradisi pemeliharaan secara lisan baru dapat dipertahankan (tidak bervariasi) jika ucapan tersebut dibaca keras dan dibaca berulang-ulang sampai 15 kali. Syahadat dapat dipertahankan karena pengucapannya melebihi dari pengucapan azan, karena syahadat melekat pada azan. Bertahannya keaslian kalimat azanpun terkadang “terganggu” dengan perbedaan azan sunni dan syiah (nb: lihat di you tube, variasi ini mungkin hanya terjadi pada sebagaian aliran syiah), dimana menurut sunni: orang syiah menambahkan kalimat sementara menurut syiah: orang sunnilah yang mengurangi kalimat. Jadi dengan penurunan riwayat yang dilakukan berulang-ulang sebanyak paling tidak 15 kali sehari semalam, dengan pengucapan keras malahan, terus menerus paling tidak sejak nabi hijrah di madinah hingga sekarang masih terdapat variasi. Dapat dibayangkan bagaimana suatu riwayat (yang terkadang susunan kalimatnya lebih komplek dari azan) dapat tidak mengalami distorsi yang sering dipakai menjelaskan AQ. Jadi inilah termasuk salah satu kelemahan jika hadist menjelaskan AQ. Hadist-hadist yang bertentangan dapat dilihat dengan mudah ketika hadist-hadist sunni dan syiah disandingkan. Aisyah yang cantik, putih dan pipinya kemerah-merahan (humairoh) pada satu sisi dapat menjadi hal yang sebaliknya di sisi lainnya.
      Hanya AQ yang dijamin keasliannya, karena itu memahami Al Qur’an menjadi hal yang pokok. Hadist dapat dijadikan pegangan setelah dilakukan penyaringan oleh Al Qur’an. Kebenaran hadist selayaknya tidak hanya ditinjau dari shahinya hadist tersebut, tetapi juga perlu diklarifikasi oleh Al Qur’an. Hadist dapat dipakai sebagai pedoman hidup ketika ia telah disaring oleh Al Qur’an. Hadist seharusnya diikuti dan seharusnya ditelaah setelah AQ memposisikannya. Hadist secara umum harus diikuti, sebagai jabaran kami di Al Faatihah. Hadist harus dilihat latar belakangnya ketika hadist merupakan jabaran engkau dalam AQ. Hadist harus diikuti secara mutlak ketika jabaran aku dalam AQ, dan kita harus memilihi salah satu yang tersedia (dan inilah gunanya mashab). Hadist harus diikuti ketika hadist jabaran kalian dalam AQ, dimana nabi merupakan pengaplikasi nilai-nilai universal. Hadist tidak dapat diikuti, ketika nama nabi disebut dalam AQ.
      Peran sunnah yang lainnya adalah sebagai “pilihan hidup” atau “gaya hidup” (life style). Gaya hidup nabi dapat memasuki area krusial. AQ hanya mematok secara umum makanan yang diharamkan, tetapi hadist membatasi lebih lanjut makanan yang tidak boleh dimakan. AQ merupakan kitab yang “tahan uji” terhadap ilmu dan semua kritik, karena itu dalam mengharamkan makanan AQ hanya mematok nilai kebenaraan, yakni makanan yang berpengaruh baik terhadap kesehatan. Sementara hadist memiliki nilai-nilai tidak hanya kebenaran.
      Nyatalah: kunci pemurnian Islam adalah AQ. Pertentangan aliran harus diluruskan oleh Al Qur’an. Hadist, mazhab, aliran, dan yang lain-lain harus disaring melalui Al Qur’an. Karena itu marilah kita bergiat lagi mengedepankan Al Qur’an dalam menjawab permasalahan agama, jangan melihat aliran. Mungkinkah keadaan miris umat Islam sekarang karena kita secara tidak sadar meninggalkan AQ, karena hampir sebagain besar kita berpatokan pada yang lain. Dan AQ hanya sebagai kitab yang disakralkan bukan sebagai kitab petunjuk kehidupan.

  7. Anonymous mengatakan:

    Imam Suyuti dalam kitab Aljamik As Shohir juz 2 halaman 92 menerangkan, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

    “Semua Bani Adam (manusia) mempunyai ikatan keturunan dari ayah, kecuali anak-anak Fathimah, maka akulah ayah mereka dan akulah Asobah mereka (ikatan keturunan mereka).” (HR. At Tobroni dan Abu Ya’la)

    “ Semua sebab dan nasab putus pada hari kiamat, kecuali sebab dan nasabku.”
    (HR. At Tobroni, Al Hakim dan Al Baihaqi)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s